Next

Senin, 02 Januari 2017

Selamat Tinggal

Menjadi bagian dari masa lalumu adalah sesuatu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Jangankan menjadi bagian dari masa lalu, menjadi bagian dari masa depan atau masa sekarangmu saja bukanlah sesuatu yang pernah terpikirkan.
Mengenalmu sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa. Aku mengenalmu lewat cerita-cerita yang kerap kudengar. Lewat tulisan-tulisanmu yang kerap kubaca.
Sebelumnya, tak pernah dengan sengaja aku mencari-cari. Kau dalam hidupku bukan sesuatu yang terpikirkan. Kau dalam hidupku hanya kenalan, kenalannya kenalan yang kebetulan saja sering kudengar ceritanya.
Lalu, saat dunia mempertemukan kita berdua, itu bukan rencanaku. Bisa jadi itu rencana dunia.
Kemudian, aku dan kau menjadi kita. Berteman dengan angin malam. Berteman dengan lembab hujan setiap sore. Berteman dengan sejuk embun pagi hari. Ada aku di setiap cerita tentangmu dan di setiap tulisanmu.
Dunia rasa-rasanya sedang menuliskan skenario terbaiknya untuk kita.
Lalu kau kemudian memilih pergi. Cerita-ceritamu tak pernah kudengar lagi. Tulisan-tulisanmu bukan sesuatu yang sangat ingin kubaca.
Kau bilang kau sudah tak bisa lagi ada di sini, bersamaku, menemaniku mencapai semua mimpiku. Sudah tak bisa membiarkanku ada di sampingmu, meraih capaian-capaian hidupmu.
Kau bilang aku tak mau untuk menungguku dan harus menemukan laki-laki lain yang mencintaimu dan selalu ada untukmu.  kau tahu ini akan menyakitiku telalu dalam, tapi kau sudah tak bisa lagi terlalu lama. Kau juga bilang, sama-sama bertahan akan menyakitiku lebih lagi. Menyakitimu juga. Pergilah sejauh apapun kau ingin pergi, berjalanlah sejauh mana kau ingin berjalan, istirahatlah bilamana ingin berhenti. Lalu, ingatlah kembali. Ke rumahmu kau akan kembali
Aku tak tahu lagi mana yang paling menyakitkan. Tetap bertahan atau melepasmu pergi. Atau menunggumu.
Yang manapun aku tetap tak mengerti, toh sama-sama menyakitkan. Tinggal memperbaiki hati yang harus dilakukan. Karena urusan hati dan menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang.
Ada orang-orang yang ditakdirkan Tuhan dalam hidup bukan untuk jadi pendamping, melainkan sekadar singgah. Mereka ajarkan kita apa yang harus kita tahu dan pelajari, lalu pergi. Beberapa di antaranya ada yang kembali, beberapa di antaranya ada yang tetap pergi