Next

Sabtu, 14 Februari 2015

Aku merindukanmu, Maaf

Sebelumnya aku minta maaf. Karena lagi lagi rinduku tak tahu diri. Ia datang kembali, saat aku sudah berusaha membencinya setelah kau pergi. Aku juga tidak mengerti mengapa rindu masih sering mendatangi. Setiap kali aku bertanya-tanya, ia selalu tak ingin bicara. Adakah kau tahu jawabannya? Jika iya, beri tahu aku sekarang juga. Jujur, aku lelah merindukan sendirian. Seharusnya rindu itu dinikmati, namun untuk kali ini ia benar mengganggu waktuku.
Kau apa kabar di sana? Ah pasti kau sudah bahagia bukan? Siapakah yang beruntung menjadi penggantiku di hatimu? Ah bodohnya aku, apa urusanku untuk mengetahui hal itu. Jika aku tahu, justru membuat luka hatiku tak kunjung sembuh.
Bilangkan maafku untuknya, jika aku telah merindukan kekasihnya.
Tak usah kau tertawakan aku. Aku di sini baik-baik saja. Aku juga bisa bahagia meski tanpa kau. Hanya saja hal terberat setelah kau tak ada, adalah rindu yang tak bisa mati. Ah kau ini! Kau beri makan apa rindu? Sampai ia tak pernah bisa mati ketika aku tak lagi memberinya hangat pelukan.
Aku harus bagaimana? Aku tak bisa merawatnya sendirian, sedangkan untuk diberikan kepada seorang yang bukan kau, rindu ini tak mau.
Jika kau sudi membaca suratku ini, kabari aku secepatnya. Aku ingin mengembalikan rindumu. Agar kau saja yang merawatnya. Tak usah kau khawatirkan kekasihmu, aku akan merahasiakan soal ini.

Dari aku, seseorang yang merawat rindumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar