Teruntuk lelaki yang sedang menatap dirinya dalam-dalam di cermin.
Apa yang mengganggumu?
Sepertinya mata indahmu basah.
Hidungmu memerah.
Dan wajahmu terlihat muram.
Hei, harimu terlalu berharga untuk kau habiskan dengan membasuh airmata.
Aku tau kamu lelah.
Tenang aku selalu mengiringimu.
Kemanapun. Aku akan selalu ada.
Tanpa lepas 1 cm-pun dari penglihatanmu.
Aku siap pinjamkan tanganku untuk menggenggam erat bahumu.
Aku siap pinjamkan bahuku untuk tempat pulang ternyaman.
Aku akan menguatkan setiap langkah kakimu untuk tetap berjalan.
Kadang sepi menyelinap masuk.
Tapi tak mengapa, aku tetap bersamamu.
Bahkan aku sudah bersama denganmu 22 tahun.
Aku sangat mengenal kamu.
Setiap lekuk tubuhmu.
Sudahi tangismu.
Jika pundak ini tak mampu lagi menampung segala bebanmu. Akan ada pundak lain yang sudah siap untuk menampung segala duka dan bahagiamu.
Hampiri dia.
Dia sudah siapkan tangan terbaiknya untuk menggandengmu menuju impian.
Dan dia sudah siapkan dua sajadah untukbersama-sama bersujud kepada-Nya.
Yang menyadari bahwa kita hanyalah hamba yang tidak kurang dari kelemahannya.
Diriku, bangkitlah.
Perjalanan masih panjang.
Salam,
Dirimu.
Sepertinya mata indahmu basah.
Hidungmu memerah.
Dan wajahmu terlihat muram.
Hei, harimu terlalu berharga untuk kau habiskan dengan membasuh airmata.
Aku tau kamu lelah.
Tenang aku selalu mengiringimu.
Kemanapun. Aku akan selalu ada.
Tanpa lepas 1 cm-pun dari penglihatanmu.
Aku siap pinjamkan tanganku untuk menggenggam erat bahumu.
Aku siap pinjamkan bahuku untuk tempat pulang ternyaman.
Aku akan menguatkan setiap langkah kakimu untuk tetap berjalan.
Kadang sepi menyelinap masuk.
Tapi tak mengapa, aku tetap bersamamu.
Bahkan aku sudah bersama denganmu 22 tahun.
Aku sangat mengenal kamu.
Setiap lekuk tubuhmu.
Sudahi tangismu.
Jika pundak ini tak mampu lagi menampung segala bebanmu. Akan ada pundak lain yang sudah siap untuk menampung segala duka dan bahagiamu.
Hampiri dia.
Dia sudah siapkan tangan terbaiknya untuk menggandengmu menuju impian.
Dan dia sudah siapkan dua sajadah untukbersama-sama bersujud kepada-Nya.
Yang menyadari bahwa kita hanyalah hamba yang tidak kurang dari kelemahannya.
Diriku, bangkitlah.
Perjalanan masih panjang.
Salam,
Dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar