Next

Selasa, 03 Februari 2015

Laut...

 
“Aku ingin ke laut. Kapan aku bisa mengajakmu ke sana, lalu menemaniku tersenyum?”

 Sebenarnya bukan hanya soal lautnya. Ini soal teman yang bisa menemani perjalanan-nya, soal waktu untuk benar-benar pergi mengunjunginya.
 
Liburan? Siapa yang tidak ingin. Otak saya ini sudah butuh lebih dari sekedar liburan. Tetapi liburan itu semustahil... ah, entahlah. Saya tidak mungkin menjelaskan kondisi saya sedetil itu di sini. Yang jelas, liburan, jalan-jalan dan kawan-kawannya adalah hal yang nyaris mustahil untuk saya dalam beberapa waktu ini.
 
Sakit sekali hati saya kalau memikirkan hal ini
Hal yang jarang saya berani ucapkan di bibir saya untuk saya tujukan pada diri saya sendiri adalah kata “traveling”
 
Seperti ada jarum yang menusuk diam-diam
 
Seperti tertampar sesuatu yang kasat mata
 
Seperti.. seperti ini.. tertegun di layar laptop saya sendiri
 
Hahaha
 
Seorang teman bertanya; “Sur gimana lo bisa bertahan hidup di atas gunung sanaaaa? Sedang gue yang sendirian di kamar begini aja ngga betah!”
 
Jegger!
 
Saya bingung jawabnya. Saya tanya diri saya; “Kenapa bisa Sur?” dan si Surya ngga bisa jawab. I mean, si Surya tahu kenapa dia hidup di tempat ini, tetapi gimana cara pastinya dia bisa bertahan di sini dia pun bingung, yang jelas setiap hari dia selalu mencoba untuk menjalani hari-harinya saja, meletakkan kepercayaan sepenuhnya pada  Tuhan.
Sulit-kah? Bohong kalau saya bilang tidak. Omong kosong kalau saya ngga pernah sedih. Pret. Hahaha.. saya sering nangis kali, tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak meratap. Ini saja begitu ingin melihat laut karena mulai bosan menatap gunung. Hey, saya itu manusia biasa loh!
Saya bisa, karena memang harus bisa mungkin. Terkadang kan manusia justru semakin kuat ketika tengah terdesak.
 
***
 
Jadi, hai pasir putih Hey air dan langit yang sama biru Hey desir-desir angin Hey aku yang duduk menatapmu dengan sekujur tubuhnya telah terasa asin
Hey, aku yang tersenyum senang karena kamu temani jalan-jalan
Kita pasti akan bertemu
Hey dengar, aku bilang “pasti” yaaa..
Walau nanti temanku hanyalah ‘bayanganku’ sendiri
Aku pasti akan tetap berusaha menghampirimu, laut.

Notes:
Ah ya, saya tahu kenapa saya bisa bertahan. Salah satunya karena saya dekat dengan Keluarga dan juga karena masih ada kamu yang mau mendengarkan saya. Terima kasih ya! :)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar