Next

Minggu, 01 Februari 2015

~ So Hurt


Di persimpangan rel kereta api ini
Dua bayangan kesedihan pun menjadi satu
Takkan lagi, takkan pernah lagi kita bisa bertemu
Dan dalam hati ini tetanam janji di malam musim panas

Walau hanya di sisimu, begitu ringan tersenyum
Ku yakin hari-hari itu akan terus berlanjut
Daripada pertemuan ini 'tuk membuatmu benci  diriku
Lebih baik kita berdua gantikan saja sang malam

Kecupan terakhirmu...
Walaupun hanya bersentuhan, namun terasa begitu sakit
Rasa cinta ini begitu meluap-luap
Sebelum kau hancurkan hubungan ini

Dekaplah aku, dalam pelukmu
Walau hanya sesaat, kuingin tetap bisa merasakannya
bertengkar denganmu lagi, cemburu padamu lagi, bahkan
'tuk menatap dirimu saja takkan lagi bisa ku lakukan

Sungguh aneh, yah

Mengapa orang-orang begitu mudahnya
menjanjikan sesuatu yang tak bisa di tepati
hati setiap orang 'kan tetap terhubung
Walaupun tahu mereka tak di sisinya lagi

Setiap kata-kata terakhir itu
Terkesan manis namun terasa menyakitkan
itu semua karna keduanya
sangat memahami satu sama lain

Peluk erat diriku, tepat di lubuk hatiku
Ingin sekali ku elus kepalamu seakan dirimu masih kecil
Bercanda-tawa dengamu lagi, tidur terlelap dalam pelukmu lagi,
Bahkan memanggil namamu pun, aku takkan bisa lagi ku lakukan

Sesuatu yang bisa menghubungkan dua hati
Bukanlah ikatan janji, janji itu semestinya
'tuk menenangkan diri atau semacamnya...

Dekaplah aku, dalam pelukmu
Walau hanya sesaat, kuingin tetap bisa merasakannya
bertengkar denganmu lagi, cemburu padamu lagi, bahkan
'tuk menatap dirimu saja takkan lagi bisa ku lakukan

Walaupun kita takkan bisa lagi bertemu
Walaupun aku takbisa lagi bernafas
Kutakkan lagi memanggilmu. karena t'lah berjanji seperti itu
Kutakkan lagi memanggilmu, karena t'lah berjanji seperti itu

1 komentar: